Laman

Rabu, 19 September 2012

Penyakit Ganas Baru: “Chagas” Penyakit Versi AIDS Yang Kedua?

Penyakit yang disebut Chagas ini disebut sebagai penyakit AIDS baru di Amerika karena efek dari penyebarannya butuh waktu bertahun-tahun baru dapat terdeteksi dan pada saat itu pula penanganan sudah terlambat. Penyakit ini dapat membuat jantung bengkak & meledak!. Widih!!!




Dunia kesehatan baru-baru ini digemparkan oleh banyaknya korban yang terjangkit penyakit aneh yang bisa membuat jantung manusia membengkak dan meledak! Widih!

Para ahli menduga bahwa penyakit ini sejenis dengan penyakit AIDS hanya saja lebih mematikan.

Ilmuwan akhirnya berhasil mengidentifikasi sebuah serangga pemakan darah yang diklaim menyebarkan penyakit “AIDS versi baru” dan mengeluarkannya ke publik, Wew!

Bedanya penyakit yang ditularkan bukan berupa penyakit AIDS dalam arti sebenarnya, melainkan wabah penyakit yang disebut Chagas.

Warga Amerika Latin mulai banyak yang terserang oleh panyakit yang diberi nama Chagas ini.

Chagas diambil dari nama belakang si penemu penyakit jenis ini pada tahun 1909, yaitu Carlos Ribeiro Justiniano Chagas.

Penyakit yang telah lama ada namun baru diselidiki lebih dalam lagi ini disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh seekor serangga kecil bersayap dan biasanya berwarna hitam.

Serangga ini adalah Triatomine / Triatome / Triatoma / Triatominae, yang juga serangga penghisap darah manusia dan menularkan virusnya melalui gigitannya.


Serangga Triatomine / Triatome / Triatoma / Triatominae jenis serangga yang menularkan penyakit Chagas


Jantung yang terkena Chagas

Ia meracuni tubuh manusia yang digigitnya dengan penyakit yang disebut dengan Chagas ini, yakni sebuah penyakit parasit tropis yang disebabkan oleh protozoa ber-flagel.

Menurut catatan jurnal PLoS Neglected Tropical Diseases, penyakit Chagas akan mengakibatkan pembengkakan di bagian jantung. Jika sudah parah, organ ini bisa pecah dan menyebabkan kematian mendadak.

Yang membuat para ilmuwan khawatir, penyakit Chagas ini sulit untuk dideteksi dan butuh waktu hingga bertahun-tahun hingga akhirnya muncul gejala. Waduh, mirip AIDS donk.


Chagas Infection

Dengan alasan itulah kini serangga Triatome dijuluki sebagai ‘AIDS baru di benua Amerika‘.

Masalahnya adalah virus penyakit Chagas ini gampang tersebar, seperti melalui transfusi darah, atau bawaan gen turunan (layaknya penyebaran virus HIV), tapi tidak dapat menular dari hubungan intim, seperti kebanyakan kasus penularan virus HIV.

Sayangnya, gejala penyakit ini sangat sulit untuk diketahui sejak awal.

Penyakit Chagas ini membutuhkan waktu bertahun-tahun baru dapat dideteksi, mirip dengan AIDS, sehingga kemungkinannya sangat kecil untuk melakukan pengobatan dini.

Kalau pun dapat dideteksi dini, maka pengobatan tercepat bisa membutuhkan waktu selama 3 bulan. Lebih parah, penyakit ini banyak menyerang penduduk-penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.

Penyakit ini merebak di antara penduduk miskin entah karena lingkungan yang kotor yang menjadikan tempat perkembangbiakan serangga Triatoma ini semakin meluas atau karena ketidakpedulian warga terhadap sakit yang mereka derita sehingga mereka tidak pernah memeriksakan kesehatan mereka ke dokter karena tidak adanya biaya untuk memeriksakan diri mereka.


Acute Chagas Disease in a young child. The eye sign of Romana is present. This is frequently seen in acute cases and is presumed to mark the point of entry of the parasite. Credit: WHO/TDR


Serangga Triatomine / Triatome / Triatoma / Triatominae serangga penyebab penyakit Chagas


Trypanosoma cruzi in thin blood film (Leishmans stain) showing developing tryptomastigotes that have a free flagellum. Credit: WHO/TDR/Stammers

Menurut, Science Daily, faktor yang paling utama dari peningkatan penyebaran virus ini adalah perubahan iklim. Perubahan iklim bumi yang menjadi semakin hangat ini memungkinkan si serangga membawa virus ke daerah bagian utara.

Penyakit ini sudah mulai mewabah di Amerika Tengah dan Amerika Selatan (Bolivia, Meksiko, Kolombia) dan beberapa negara Eropa.


Chagas Disease Map

Kini penyakit yang pada awalnya tersebar di Meksiko, Bolivia, Kolombia hingga Amerika Tengah saja, kini telah beradaptasi dan telah menyebar luas ke wilayah Amerika Serikat (AS).

Penyebarannya pun sama seperti HIV, dimana infeksi bisa terjadi antara sesama manusia melalui transfusi darah atau ibu yang mengandung anaknya.

Setidaknya ada sekitar 10 juta orang diseluruh dunia sudah terinfeksi penyakit ini, dengan 10 ribu orang diantaranya dikabarkan meninggal pada tahun 2008 silam.

Menurut Nature Magazine, ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa penyakit inilah yang membunuh Charles Darwin, seorang bapak evolusi yang teori evolusinya sangat dikenal sampai saat ini.

Sebuah penelitian mengungkap kebenaran ini bahwa pada perjalanan 5 tahun yang dilakukan Darwin ketika berusia 20 tahunan, ia terinfeksi virus ini dan kemudian dikabarkan meninggal akibat gagal jantung.


Chagas Transmission Cycle

Seperti yang dikatakan oleh para ahli bahwa setiap orang yang terjangkit penyakit mematikan ini akan mengalami peradangan pada jantungnya sehingga jantung orang tersebut akan membesar, bisa meledak dan mampu merenggut nyawa orang tersebut seketika itu juga.

Itulah tentang penyakit Chagas yang baru-baru ini tersebar di benua Amerika dan Eropa dan dikenal sebagai penyakit “AIDS terbaru”.

Mungkin sudah saatnya juga penduduk dunia mulai berhati-hati pada setiap kemungkinan penyakit aneh-aneh muncul di muka Bumi ini, mengingat bahwa beberapa penyakit yang telah lama hilang dapat muncul kembali karena berhasil dibiakkan kembali oleh “tangan-tangan jahil”.

Dengan begitu, seluruh negara harus dan akan membeli serum atau vaksin yang diproduksi oleh mereka. Dengan begitu akan terjadi sebuah peluang bisnis yang memboncengi kebaikan karena pembuatan serum dan vaksin tersebut.

Bahkan ada kemungkinan baru, bahwa manusia suatu saat akan mengalami suatu yang disebut “hampir punah” dimasa depan nanti bukan karena peperangan, bencana alam, kelaparan, iklim yang berubah atau jatuhnya asteroid dari luar angkasa, namun manusia akan mengalami kepunahan karena suatu yang sangat kecil dan tak terlihat oleh mata. Yaitu melalui, bakteri, spora, protein atau virus seperti ini. (Science Daily/Huffington Post/ciricara.com/jyi.org/icc.wp.com)

Senin, 23 Juli 2012

Necrotizing fasciitis (Kulit Membusuk)


    Necrotizing fasciitis adalah infeksi dengan cepat menyebar, biasanya terletak di pesawat fasia jaringan ikat yang mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis). ). Pesawat fasia adalah pita dari jaringan ikat yang mengelilingi otot, saraf, dan pembuluh darah. Pesawat fasia dapat mengikat struktur bersama serta memungkinkan struktur tubuh 
untuk meluncur di atas satu sama lain secara efektif.
    Berbagai jenis infeksi bakteri dapat menyebabkan
necrotizing fasciitis. Necrotizing fascitis terutama
disebabkan oleh grup A beta-hemolitik streptokokus
(Streptococcus pyogenes), peneliti paling sekarang 
setuju bahwa banyak genera bakteri yang berbeda 
dan spesies, baik sendiri atau bersama-sama 
(polimikroba), dapat menyebabkan penyakit ini. 
Kadang-kadang, mikotik (jamur) spesies menyebabkan necrotizing fasciitis.
    Mayoritas kasus dimulai dengan infeksi yang ada
atau luka paling sering pada ekstremitas. Hal ini
dapat terjadi di hampir semua area tubuh.
    Necrotizing fasciitis adalah kondisi serius yang
sering dikaitkan dengan sepsis dan gagal organ yang
luas.Pengobatan meliputi antibiotik dan debridement 
daerah luka serta langkah-langkah dukungan seperti penyisipan sebuah tabung pernapasan, cairan intravena, dan obat untuk mendukung sistem kardiovaskular.
    Saat ini, ada banyak nama yang telah digunakan untuk necrotizing fasciitis: pemakan daging infeksi bakteri atau penyakit; fasciitis supuratif; dermal, Meleney, rumah sakit, atau gangrene Fournier, dan necrotizing selulitis.
    Penting dalam memahami fasciitis nekrotikans adalah kenyataan bahwa organisme penyebab infeksi (s), setelah mencapai dan tumbuh di jaringan ikat, penyebaran infeksi ini begitu cepat (beberapa organisme dapat berkembang sekitar 3 sentimeter per jam) bahwa infeksi menjadi sulit untuk berhenti dengan kedua obat antimikroba dan pembedahan.
    Mortalitas (kematian) exchange telah dilaporkan setinggi 75% untuk necrotizing fasciitis terkait dengan (testis) gangren Fournier. Pasien dengan necrotizing fasciitis memiliki darurat medis berkelanjutan yang sering menyebabkan kematian atau cacat jika tidak cepat dan efektif diobati.

Senin, 02 Juli 2012

10 Penyakit Paling Misterius

Ada begitu banyak penyakit yang bisa disembuhkan oleh dokter hanya dengan menuliskan resep obat. Namun, di luar sana masih banyak penyakit yang, jangankan ada obat yang cespleng, penyebab timbulnya penyakit ini saja masih jadi misteri. Berikut adalah 10 penyakit yang hingga saat ini masih terus diteliti oleh para ilmuwan.
10. AIDS
Sudah 25 tahun sejak penyakit ini pertama kali diidentifikasi, tetapi tetap belum ada obat untuk penyakit yang lengkapnya bernama acquired immune deficiency syndrome ini. AIDS termasuk dalam pembunuh utama di dunia, terutama di negara berkembang. Virus human immunideficiendy virus (HIV) diketahui pertama kali menjangkiti simpanse sebelum akhirnya virusnya bermutasi dan menginfeksi manusia. Para ilmuwan menyatakan, simpanse dan manusia tertular virus itu melalui cara sama dengan monyet terinfeksi, yaitu melalui aktivitas seksual.
9. Alzheimer
Penyakit alzheimer atau lebih dikenal sebagai kepikunan sering dianggap sebagai hal yang wajar diderita golongan usia lanjut. Namun, sebenarnya alzheimer adalah penyakit yang diakibatkan oleh degenerasi otak. Riset menunjukkan, massa otak penderita berkurang karena sel-sel saraf mengalami kematian secara cepat. Akibatnya, transmisi antarsel otak pun terganggu karena asetilkolin (zat yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antarsel otak) jumlahnya turun.
Sampai saat ini para ahli belum mengetahui penyebab pasti penyakit yang menjadi penyebab kematian keempat di Amerika Serikat dan Eropa setelah kanker, penyakit jantung, dan stroke ini.
8. Salesma (“common cold”)
Meski penyakit ini tiap tahunnya menyerang jutaan orang di AS, belum banyak pengetahuan yang dimiliki para dokter mengenai penyakit salesma ini. Pada umumnya penyakit ini akan sembuh hanya dengan istirahat dan sup panas, bukan antibiotika.
7. Flu burung
Tubuh manusia tidak memiliki kekebalan terhadap virus flu yang dibawa oleh unggas. Para ahli juga mengkhawatirkan mutasi virus ini menjadi jenis baru yang bisa menular antarmanusia. Risiko kematian pada orang yang terinfeksi flu burung mencapai 50 persen karena virus ini tergolong sangat ganas. Melalui tindakan stamping out, yakni membunuh semua ayam pada peternakan terserang, disertai desinfeksi kandang, maka penyakit tersebut dapat diberantas.
6. Pica
Orang yang terdiagnosa menderita Pica memiliki ciri khas suka memakan benda-benda yang tidak wajar, seperti kertas, lem, tanah, bahkan meminum minyak. Meski kondisi ini sering dikaitkan dengan faktor kekurangan mineral dalam tubuh, tetapi para ahli belum menemukan pemicu pasti kondisi ini. Karena itu, terapi dan konseling sering dipakai sebagai cara untuk menghilangkan kebiasaan yang tidak normal ini.
5. Penyakit autoimun
Penyakit ini terjadi manakala sistem imunitas tubuh berlebihan sehingga tidak bisa membedakan virus atau kuman dengan sel tubuh manusia. Ia menyerang tubuh sendiri. Sebagai perbandingan, jika penderitaAIDS kekurangan daya imun tubuh, penderita autoimun justru kelebihan.
Sampai saat ini belum diketahui penyebab penyakit yang salah satunya adalah penyakit lupus ini. Anehnya, penyakit lupus sering ditemukan pada perempuan yang sangat aktif atau perempuan amat pendiam.
4. Skizofrenia
Orang dianggap menderita skizofrenia jika selama satu bulan mengalami gejala psikotik, seperti berhalusinasi dan mengalami waham. Akibatnya, telinga penderita, misalnya, mendengar bisikan-bisikan aneh yang sebenarnya tidak ada. Waham adalah kondisi ketika pikiran penderita tidak realistis. Dia, misalnya, merasa dikejar-kejar pembunuh.
Untuk mengatasi gejala psikotik itu, dokter biasanya memberikan obat antipsikotik. Pengobatan berlangsung lama, bahkan sebagian penderita harus minum obat sepanjang hidupnya.
3. Creutzfeldt-Jakob
Ini adalah gangguan otak yang langka dan fatal. Diperkirakan disebabkan oleh prions, yaitu zat-zat penyebab infeksi yang dapat mengubah molekul protein normal menjadi protein yang dapat menyebar dan bersifat mematikan.
Gejala paling dini dari penyakit ini berupa gangguan pada memori serta perubahan perilaku. Penyakit ini berkembang dengan cepat disertai entakan otot, lemas pada tangan dan tungkai kaki, kebutaan, dan akhirnya koma. Penyakit ini sering disebut juga sebagai penyakit sapi gila.
2. Penyakit lelah kronik
Ini termasuk dalam penyakit dengan gejala fisik yang tidak bisa dijelaskan secara medis. Penderita penyakit ini sering mengalami rasa lelah yang berlebihan hingga tidak dapat melakukan apa pun dan cuma bisa berbaring di tempat tidur selama berhari-hari.
1. Penyakit morgellons
Penyakit ini termasuk dalam jenis penyakit kulit yang misterius. Penderita penyakit morgellons mengeluhkan adanya parasit di bawah kulitnya yang membuatnya ingin terus menggaruk hingga seluruh kulitnya terluka dan memiliki luka terbuka. Sebagian ahli menyebut penyakit ini lebih disebabkan oleh faktor delusi, tetapi sebagaian berpendapat penyebabnya nyata. (Sumber: Kompas)

Huntingdon Disease, Penyakit langka yang mematikan..!!!

Awas! Huntingdon Disease, Penyakit Ini Langka Namun Mematikan!


Kaskus.us | 14 Jul 2010 | Penyakit Huntingdon adalah penyakit genetik yang dominan. Penyakit ini menakutkan dan cukup meresahkan. Apabila dalam diri anda mewarisi satu salinan gen penyebab Huntingdon, maka anda akan menderita penyakit tersebut. Namun orang yang menderita penyakit Huntingdon tampak normal hingga usia paruh baya.

Pada usia antara 35 hingga 50 tahun gen tersebut menjadi aktif dan gejala-gejala penyakit mulai muncul.


Sejarahnya adalah pada tahun 1872, George Huntington menulis tentang sebuah kelainan turunan yang menurutnya hanya ditemukan didaerah ujung timur dari Long Island. Awal sejarah penyakit tersebut kemudian terlacak dari kedua kakak beradik yang tinggal di Suffolk. Sungguh suatu ironi bahwa nama penyakit yang disebabkan mutasi tersebut juga mengalami Mutasi. Karena adanya salah eja yang lolos dari pemeriksaan pada sebuah publikasi tahun 1893, nama penyakit Huntington berubah menjadi Huntingdon dan sejak saat itu, baik Huntington dan Huntingdon digunakan bersama-sama. Namun kenyataan menunjukkan para dokter lebih makhfum untuk menggunakan isitilah penykit Huntingdon.



Gejala-gejala yang ditimbulkan sangatlah tidak menyenangkan, terutama disaat usia produktif dan menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Terjadi pemerosotan mental dan fisik yang parah dan serius, kejang otot diluar kendali. Perubahan kepribadian, kegilaan dan akhirnya karena terjadinya komplikasi, Kematian. Sehingga penyakit ini benar-benar tidak diharapkan keberadaaannya pada diri seseorang.



Gen penyandi penyakit Huntingdon berhasil dikloning pada tahun 1993, dan sekarang ada uji sederhana untuk mendiagnosa apakah seseorang membawa gen tersebut. Namun siapapun itu, termasuk saya yang curiga bahwa dirinya membawa gen tersebut menghadapi sebuah dilemma berat. Apakah ia sebaiknya memeriksakan diri dan mengetahui nasibnya ? atau tidak memeriksakan diri dan menyerahkan semuanya pada takdir..


Dilema seseorang yang harus memilih untuk melakukan pemeriksaan genetic penyakit Huntingdon dinamakan kompleks Tiresias. Dalam mitos Yunani, sang peramal Tiresias mengajukan sebuah dilemma kepada Oedipus, “Menyedihkan Untuk Menjadi Bijaksana Ketika Kebijaksanaan itu tidak menghasilkan apa-apa”.

Banyak orang yang memilih untuk menyerahkan pada takdirnya saja. Namun apabila seseorang memang mempunyai gen pembaa penyakit tersebut dan tidak memeriksakan diri, ia akan menurunkan gen tersebut pada anaknya tanpa diketahui sebelum gejala-gejala mulai muncul.

Tetapi,,,,,,salah satunya optimism yang ada dari pilihan diagnosis awal gen penyebab penyakit Huntingdon adalah kontribusinya terhadap pengembangan pengobatan yang efektif untuk penyakit tersebut.

Kamis, 28 Juni 2012

Download Avenged Sevenfold - Not Ready To Die

Avenged Sevenfold - Not ready to die

dapat di download di link berikut :
http://www.sharebeast.com/ms1v5fxto3qc

Rabu, 27 Juni 2012

Penyakit kulit sisik ikan (Ichthyosis Vulgaris)

Defenisi

Penyakit Lamellar Ichthyosis kadang-kadang disebut penyakit sisik ikan atau Ichthyosis vulgaris merupakan kelainan kulit turunan yang menyebabkan sel-sel kulit mati menumpuk tebal, kering seperti sisik pada permukaan kulit. penyakit kulit ini merupakan kelainan yang bersifat menurun.
Ichthyosis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan scaling terus-menerus pada kulit. Kata ini berasal dari "Ichthys", kata Yunani yang berarti ikan meskipun tidak semua orang yang terkena seperti sisik ikan. Hal ini sangat langka dan dapat diwarisi (genetik atau bawaan) atau berkembang di kemudian hari (diakuisisi). Bentuk warisan ichthyoses biasanya jelas pada atau segera setelah lahir dan mereka cenderung bertahan sepanjang hidup walaupun banyak jenis meningkat bersama usia (Wijayakusuma 2010).
Penyakit ichthyosis mempengaruhi semua area kulit dan cukup konsisten selama bertahun-tahun. Hal ini berbeda dengan kelainan kulit lainnya seperti eksim dan psoriasis di mana skala mempengaruhi area terbatas pada kulit dan dengan perubahan pola. Ada sejumlah penyakit genetik langka yang mempengaruhi beberapa sistem tubuh dan juga menyebabkan ichthyosis, ini disebut sebagai sindrom ichthyosiform. Bentuk utama ichthyosis warisan adalah sebagai berikut:
Ichthyosis vulgaris : Bentuk yang paling umum dan biasanya cukup ringan dengan skala halus atau kasar di lengan dan kaki. Hal ini lebih umum pada orang dengan atopik (alergi) eksim dan meningkat pada cuaca hangat.
X-linked resesif ichthyosis : Terjadi pada anak laki-laki dan menyebabkan garis datar kecoklatan yang paling jelas pada kaki tangan dan perut. Ini bervariasi dalam tingkat keparahan dan beberapa orang yang terkena akan melahirkan bayi yang sama dan hal ini sulit ini ditularkan melalui garis perempuan.
Non-bulosa ichthyosiform eritroderma dan ichthyosis lamelar : penyakit sangat jarang, sering berat dengan skala menonjol dan kemerahan dari sebagian besar kulit. Terkena bayi sering lahir dengan kulit kedua mengkilap licin (collodion membran) yang bangsal dalam beberapa hari.
Bulosa ichthyosis : Satu lagi ichthyosis merah langka yang menyebabkan terik, kulit rapuh awal pada masa bayi dan scaling tebal, terutama di sekitar sendi.
Harlequin ichthyosis : Kondisi ini untungnya sebuah ichthyosis sangat jarang tetapi parah yang menyebabkan pelat tebal skala dan komplikasi parah saat lahir. Banyak bayi yang terkena tidak dapat bertahan hidup.
Netherton's syndrome : terdiri dari merah meradang kulit bersisik sejak lahir, rambut runcing rapuh dan berat kesulitan mendapatkan pada anak usia dini.
Sindrom Sjögren-Larsson : kondisi lain yang juga memproduksi scaling dan penebalan kulit yang tidak mungkin jelas sampai beberapa bulan usia. bayi yang terkena juga memiliki jenis cerebral palsy.
Conradi-Hünermann sindrom : penyakit penyimpanan lipid netral dan sindrom KID. Penyakit ini sangat langka dan terkait dengan masalah medis lainnya (Budi 2009).

Gejala

Kulit bersisik, kering pada wajah atau bagian tubuh lain. Skala rentang Ichthyosis vulgaris ukuran dari 1-10 mm dan warna dari putih ke abu-abu sampai coklat, dengan lebih gelap-orang berkulit gelap sering memiliki sisik. Kaki biasanya terpengaruh lebih dari lengan. Lipatan pada telapak tangan dan telapak kaki yang menonjol dan sering retak selama cuaca kering atau dingin. Namun penyakit ini cenderung meningkat dalam cuaca yang lebih lembab atau hangat (Wijayakusuma 2010).

Etiologi

Kulit terbarukan tanpa henti. Sel-sel kulit baru di dasar epidermis mendorong kulit lama ke permukaan kulit, di mana mereka akhirnya menyusut, rata dan mati. Hal ini terjadi ketika produksi sel-sel kulit terlalu cepat atau kulit alami proses shedding terlalu lambat. Hal ini menyebabkan sel-sel kulit mati terkumpul menjadi serpih tebal yang menempel pada permukaan luar kulit. Serpih tebal inilah yang menyerupai sisik ikan.

Patofisiologi

Penyakit ini hadir pada saat lahir dan berlangsung sepanjang hidup. Bayi yang lahir terbungkus membran yang setelah 10 sampai 14 hari memperlihatkan kulit yang ditutupi sisik. Sisik ini berkisar dari halus dan putih ke tebal dan gelap dan umumnya terjadi di seluruh tubuh, dan lebih besar terkumpul di kaki. Lamellar ichthyosis dapat membuat cacat dan dapat menyebabkan penderitaan psikologis yang besar bagi penderita yang sebagian besar anak-anak (Wijayakusuma 2010).

Treatment

Obat untuk penyembuhan penyakit ini belum ditemukan. Dokter biasanya hanya memberikan salep, krim atau gel yang berguna menghaluskan sisiknya. Namun bila kulit sudah terlalu keras dan parah, dokter akan menyuntikkan retinoid yang bisa memperlambat tumbuhnya sel kulit, tetapi obat ini memiliki efek samping yang tidak kalah berbahaya seperti peradangan pada mata, bibir, dan rambut rontok (Budi 2009).
Anjuran gizi
Keberadaan protein penting dalam menjaga fungsi barier kulit yang efektif, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi sumber protein baik hewani maupun nabati. Akan tetapi harus diperhatikan makanan yang menyebabkan alergi bagi penderita. Selain itu, makanan sumber vitamin A sangat di anjurkan untuk dikonsumsi (Budi 2009).

Saran


Diharapkan penderita dapat menjaga kelembaban kulit agar tidak terjadi kekeringan kulit yang berlebihan dan terjadi iritasi jika kulit terkelupas. Selain itu, penderita dianjurkan memperbanyak mengkonsumsi makanan sumber protein, vitamin A, dan vitamin C, sayuran dan buah lainnya, serta perbanyak minum air.





Selasa, 26 Juni 2012

Download The legend Of Korra episode 11 - 12 eng sub

The legend of korra episode 11 - 12

Download disini :
http://www.sharebeast.com/rskxs0nyd8bz
http://jumbofiles.com/xmnbtw1e9mh2
http://q.gs/1QysA <-- Mediafire

Download One direction - One thing & What's make you beautiful

One Direction - one thing

Download disini :
http://dc522.4shared.com/download/1370777124/33596cba/file.mp3?tsid=20120627-043554-7e704461

One Diretion - what's make you beautiful

Download disini :
http://dc350.4shared.com/download/1390525266/81d68209/file.mp3?tsid=20120627-043826-bc68a9b

Biodata Saya

Nama                            : Ilham Sutra Pradana

Nama panggilan             : Ilham / Aam

TTL                              : Meulaboh, 10 Desember 1996

Alamat                          : JL. Padang NO.77A Ramboeng Dalam, Binjai

Sekolah                        : SMA NEGERI 5 BINJAI

Agama                         : ISLAM

Hobby                         : SEPAK BOLA

Makanan kesukaan      : Sambal Tempe

Minuman kesukaan      : Teh Manis Dingin

Anak ke 1 dari 3 bersaudara

Kampung Asal             : Sragen, Jawa Tengah